Peranan Manusia dalam Lingkungan Hidup

. Selasa, 2009 Juni 02
0 komentar

Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1997 Pasal 1 Angka 1 mengartikan Lingkungan Hidup sebagai berikut:

"kesatuan ruang dengan kesemua benda, daya, keadaan, dan makhluk hidup, termasuk manusia dan perilakunya, yang mempengaruhi kelangsungan perikehidupan dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lainnya".

Itulah rangkaian kata-kata yang telah diuraikan dengan cukup jelas oleh para legislator negara kita mengenai Lingkungan Hidup. Mereka, kita, dan semua manusia pastinya mengerti dan dapat memahami arti dari pentingnya, manfaatnya, serta keseimbangan dari sistem lingkungan hidup. dalam penjelasan di atas pun telah dijelaskan dengan seksama bahwa lingkungan hidup merupakan suatu sistem yang meliputi lingkungan hayati, lingkungan non hayati, lingkungan buatan, dan lingkungan sosial.

Hidup dan kehidupan manusia tidak pernah terlepas dari pengaruh lingkungan. Tuntutan kebutuhan hidup mendorong manusia beradaptasi dengan lingkungan melalui berbagai cara sesuai kemampuan, bahkan dorongan ini tidak terbatas pada adaptasi, melainkan memotivasi memberdayakannya melalui penyeimbangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Pengembangan pola hubungan manusia dengan alam lingkungan ditentukan oleh kearifan serta rasa tanggung jawab dari manusia itu sendiri sebagai makhluk dominan dalam memanfaatkan alam lingkungannya. Ilmu pengetahuan dan teknologi bersifat netral, menjadi bermanfaat atu merusak lingkungan sangat tergantung kepada manusia yang menerapkannya,

Kearifan serta rasa tanggung jawab dalam mengelola lingkungan baik sebagai jaminan kelangsungan hidup maupun pemenuhan kehidupan, merupakan perwujudan kesadaran etik lingkungan hidup dalam diri setiap orang. Etika lingkungan hidup merupakan etika yang dimiliki manusia dalam memangdang dirinya di alam semesta.

Manusia merupakan komponen biotik lingkungan yang memiliki daya fikir dan penalaran yang tinggi. Disamping itu manusia memiliki budaya, pranata sosial dan pengetahuan serta teknologi yang makin berkembang. Peranan manusia dalam lingkungan ada yang bersifat positif dan ada yang bersifat negatif. Peranan manusia yang bersifat negatif adalah peranan yang merugikan lingkungan. Kerugian ini secara langsung atau pun tidak langsung timbul akibat kegiatan manusia dalam memenuhi kebutuhan hidupnya, Peranan manusia yang bersifat positif adalah peranan yang berakibat menguntungkan lingkungan karena dapat menjaga dan melestarikan daya dukung lingkungan.

Peranan Manusia yang bersifat negatif antara lain sebagai berikut:
  1. Eksploitasi yang melampaui batas sehingga persediaan Sumber Daya Alam makin menciut (depletion);
  2. Punah atau merosotnya jumlah keanekaan jenis biota yang juga merupakan sumber plasma nutfah;
  3. Berubahnya ekosistem alami yang mantap dan seimbang menjadi ekosistem binaan yang tidak mantap karena terus menerus memerlukan subsidi energi;
  4. Berubahnya profil permukaan bumi yang dapat mengganggu kestabilan tanah hingga menimbulkan longsor;
  5. Masuknya energi bahan atau senyawa tertentu ke dalam lingkungan yang menimbulkan pencemaran air, udara, dan tanah. hal ini berakibat menurunnya kualitas lingkungan hidup. Pencemaran dapat menimbulkan dampak negatif pada lingkungan dan terhadap manusia itu sendiri;

Peranan Manusia yang menguntungkan lingkungan antara lain:
  1. Melakukan eksploitasi Sumber Daya Alam secara tepat dan bijaksana terutama SDA yang tidak dapat diperbaharui;
  2. Mengadakan penghijauan dan reboisasi untuk menjaga kelestarian keaneka jenis flora serta untuk mencegah terjadinya erosi dan banjir;
  3. Melakukan proses daur ulang serta pengolahan limbah agar kadar bahan pencemar yang terbuang ke dalam lingkungan tidak melampaui nilai ambang batasnya;
  4. Melakukan sistem pertanian secra tumpang sari atau multi kultur untuk menjaga kesuburan tanah. Untuk tanah pertanian yang miring dibuat sengkedan guna mencegah derasnya erosi serta terhanyutnya lapisan tanah yang mengandung humus;
  5. Membuat peraturan, organisasi atau undang-undang untuk melindungi lingkungan dan keanekaan jenis makhluk hidup.

Berdasarkan pengamatan secara langsung, maupun informasi dari bebagai media massa, baik cetak maupun elektronik, terdapat sejumlah indikator yang menunjukkan kecenderungan menurunnya kualitas lingkungan hidup, yang disebabkan oleh rendahnya kesadaran terhadap lingkungan, meluasnya lahan kritis dan kerusakan hutan yang disebabkan oleh ilegal loging, kelangkaan air bersih, kekeringan pada musim kemarau, banjir di musim hujan serta berbagai kerusakan lingkungan hidup lainnya, baik yang bersumber dari sistem sosial kemasyarakatan maupun perkembangan teknologi yang tidak ramah lingkungan.

Bebagai indikator menurunnya kualita lingkungan tersebut, apabila tidak mendapat perhatian yang sungguh-sungguh dari berbagai pihak secara terpadu, akan semakin mengancam kenyamanan serta kesejahteraan manusia bahkan tidak menutup kemungkinan eksistensi kehidupan manusia itu sendiri.


-dalam rangka hari Lingkungan Hidup se Dunia 05 Juni 2009-

source: dari berbagai sumber.




Selengkapnya......

Ajimut: Menurut Persepsi Kami

. Rabu, 2009 April 15
0 komentar

"INGATLAH...... sesungguhnya mereka itulah yang membuat kerusakan. Tetapi mereka tidak sadar" (Q.S.2;12)

AJIMUT, adalah tempat bertemunya air dari segala penjuru anak sungai. Sampai berkumpul dengan ke lautan luas sebelum diserap panas melalui udara dan dikembalikan ke hulu. Kejadian yang terus berulang, alamlah yang mengatur proses itu terus berlanjut dan berlanjut, Kawasan AJIMUT yang konon katanya : adalah tempat Cagar Budaya, Monumen Perjuangan, Legenda, dan Sejarah-Sejarah lainnya yang terjadi disana..... tapi apa yang terjadi pada AJIMUT sekarang dan saat ini kondisinya sangat mengkhawatirkan dan memprihatinkan.

Legalisasi Penggalian Tanah Urugan di AJIMUT? jangan pernah lupakan Faktor AMDAL, AMDAL (Analisis Mengenai Dampak Lingkungan), dalam PP.27 Tahun 1999 disebutkan bahwa AMDAL adalah kajian mengenai dampak besar dan penting suatu usaha atau kegiatan yang direncanakan pada lingkungan hidup yang diperlukan bagi pengambil keputusan tentang penyelengaraan usaha dan atau suatu kegiatan.

Dalam rangka menerapkan konsep Pembangunan yang berkelanjutan, Pelaksanaan Pembangunan harus didasarkan salah satunya pada kondisi Lingkungan Hidup, Pengembangan pola tata ruang yang menyerasikan tataguna lahan, air, serta sumber daya alam lainnya dalam satu kesatuan tata lingkungan yang harmonis dan dinamis. Ada tidaknya dampak negatif dari suatu kegiatan yang dilakukan terhadap kerusakan Lingkungan.Usaha untuk menyelaraskan pembangunan berkelanjutan harus disertai upaya Pelestarian dan Pencegahan dari Dampak Negatif yang akan ditimbulkan, salah satunya studi kasusnya dari Penggalian Tanah Urugan/ galian C di AJIMUT.

Knapa AMDAL harus dilakukan karena dalam setiap pendirian usaha/kegiatan harus didasarkan prinsip KESEIMBANGAN dan berkesinambungan antara hasil yang diperoleh dengan dampak kerusakan terhadap lingkungan yang mungkin akan ditimbulkan (tidak mengabaikan aspek Lingkungan), sehingga dengan adanya persiapan tersebut resiko dampak negatif dapat diusahkan sekecil-kecilnya ..................................

Saya rasa Pengusaha galian C di AJIMUT mengabaikan aspek tersebut, Dipikiran para Pengusaha tersebut hanya Uang dan Uang, TIDAK PEDULI kondisi lingkungan mau seperti apa, dan Masyarakat jadi apa.

Kerusakan Lingkungan itulah yang terjadi pada saat ini di AJIMUT, ini diakibatkan dari Penggalian Tanah Urugan/galian C, ini disebabkan dari sebuah sistem yang ada dan berlaku dalam suatu pemerintahan dari lingkup terkecil seperti pemerintahan Desa sampai Lingkup terbesar yaitu pemerintahan daerah setempat apaupun Intansi yang terkait yang menangani Lingkungan, Apakah ada kerjasama yang solid (kongkalingkong) dalam Perusakan Lingkungan di kawasaan AJIMUT antara Pengusaha-Pemerintah Desa-Pemerintah daerah terkait dengan PerIzinan penggalian tanah urugan tersebut....................... dan hanya mereka sebagai pelaku yang tau !!!

Pemerintah daerah setempat apaupun Intansi yang terkait yang menangani Lingkungan, sampai menutup mata, mereka pura-pura tidak tahu dan tidak mau tahu apa yang terjadi pada kawasaan AJIMUT. Walaupun ia telah membabat hutan di kawasaan AJIMUT , Pohon-pohon ditebang dan dihancurkan dengan mesinya. Ia pun belum merasa puas, walaupun telah merusak tatanan hidup di aliran sungainya dengan tingkat pencemaranya. Bahkan belum juga merasa cukup, walaupun telah mengeruk tanah Beriburibu ton tiap harinya... Tapi Inilah faktanya yang terjadi pada saat sekarang ini.

Dampak yang ditimbulkan akibat galian C di AJIMUT akan sangat mengena / ataupun dirasakan langsung oleh masyarakat antara lain:
  1. Degradasi sumber daya alam (lahan, air, hutan, pantai)
  2. Pencemaran lingkungan (air, tanah, udara)
  3. Bencana alam (longsor, banjir, kekeringan)
  4. Jalan Raya ciledug (Rusak parah, debu tanah dimana-mana, rentan kecelakaan)

Kewajiban inilah yang sering dilupakan manusia atau bahkan diabaikan/lalai sehingga segala dampak yang merugikan pun kembali kepada umat manusia itu sendiri. Oleh karena itu sadarilah, bahwa segala dampak dari ulah (mungkin beberap orang saja) itu dapat menjadi musibah bagi orang-orang/masyarakat yang tak berdosa. Masalah lingkungan hidup ini timbul karena tidak adanya lagi prinsip Kelestarian yang diterapkan pada kehidupan manusia/masyarakat, termasuk didalamnya kesadaran akan pentingnya kesehatan lingkungan.

Apabila suatu usaha atau kegiatan telah dilengkapai dengan AMDAL, maka bukan berarti masalah lingkungan telah atau dapat ditanggulangai, karena yang terpenting apakah upaya yang tertuang dalam RKL (Rencana Pemantauan Lingkungan) dan RPL (Rencana Pengelolaan Lingkungan) tersebut Diimplementasikan atau tidak........ Saya rasa Pengusaha galian C di AJIMUT mengabaikan upaya-upaya tersebut, Dipikiran para Pengusaha tersebut hanya keuntungan sesaat.

Proses menanamkan kesadaran akan pentinya Kelestarian Lingkungan Hidup yang aman dan nyaman pernah dan selalu di ajarkan di sekolah-sekolah. Tetapi apa artinya pendidikan yang diberikan kepada anak-anak kita, jika Para Pengusaha dan Lembaga Pemerintah yang berwenang selalu menyuapi mereka dengan contoh-contoh KESERAKAHAN dalam merusak lingkungan. Bumi ini cukup untuk memenuhi kebutuhan manusia Tetapi tidak cukup untuk KESERAKAHAN manusia.

Apapun alasanya Penggalian Tanah Urugan di AJIMUT sangat tidak dibenarkan dan harus dihentikan, Pemulihan dan pencegahan harus berlanjut, guna melestarikan mutu dan pemanfaatan keanekaragaman hayati yang ada dan pemanfaatan sumber daya secara seimbang dan Lestari, serta Konservasi dan perlindungan proses ekologi dalam system penyangga kehidupan dari kawasan AJIMUT..... s e m o g a !!!


Source:
Ali NA (dampak negatif jaman mesin Sebuah kekalahan lingkungan hidup)
Otto soemarwoto (merawat bumi harus mulai dari diri sendiri)
Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Jawabarat
Buletin Wanadri Edisi.23- 2004
Asep Hudli Herfani NPA.S 01.001. Pr (Artikel Pribadi)







Menuju Hari Bumi se-Dunia 22 April 2009 (earth day) >>

Selengkapnya......

Ajimut: Antara Harapan dan Kenyataaan yang Ada dan Terjadi

.
0 komentar

Berawal dari keprihatinan yang ada terjadi di AJIMUT, suatu pertemuan/silaturahmi-pun diadakan oleh sahabat-sahabat kami selaku tuan rumah, dengan lokasi kegiatan di AJIMUT pada tanggal 12 April 2009. Kawasan AJIMUT sendiri adalah perbatasan langsung antara Kabupaten Kuningan dengan Kabupaten Cirebon bagian timur (Ciledug), kawasan ini sering dijadikan kegiatan rekreasi masyarakat umum sebagai obat penat lelah setelah beraktivitas dan kegiatan-kegiatan lainnya yang dapat memberikan inspirasi yang positif bagi mereka yang berkunjung kesana. Dalam pertemuan itu sendiri dihadiri lebih dari 22 organisasi Pecinta Alam se-wilayah Tiga Cirebon (Kuningan-Majalengka-Cirebon) adapun yang hadir pada saat itu tokoh-tokoh masyarakat yang perduli dengan kondisi AJIMUT.

Saat inipun, pertaruhan Sahabat-sahabat kami Khususnya di wilayah Cirebon timur, sedang berlangsung. Keinginan untuk memberikan yang terbaik bagi AJIMUT sedang diuji agar memperoleh keyakinan yang kuat untuk adanya kesadaran dari Pengusaha galian C tersebut bahwa kegiatan usaha mereka itu adalah SALAH dan TIDAK DIBENARKAN. Bukan satu usaha yang Ringan untuk membawa memberikan Pemahaman dan Penyadaran kepada mereka sebagai Pengusaha Galian C akan arti penting dari sebuah Konservasi / Pelestarian , berbagai usaha dilakukan Sahabat-Sahabat kami lewat segala aspek baik Birokrasi, Mediasi dan Negoisasi baik dari pihak pemerintah yang berwenang ataupun dengan pengusaha galian C tersebut, agar segera dihentikan aktivitas penggalian Tanah urugan di AJIMUT. “Selamat berjuang sahabat, Semoga tekad yang sahabat lakukan menjadi benih suci dapat dibuahi oleh Keadilan, Keikhlasan, Kepedulian, Kepentingan dan Kepekaan terhadap sekitar.........!!!"

Berbagai motivasi tentunya akan muncul tergantung masing-masing pelaku itu sendiri. Tetapi pada prinsipnya unsur Kesadaran akan pentingnya pelestarian lingkungan adalah Esensi penting dari perilaku seseorang Pengusaha. Kini saatnya bagi kita mendengungkan dan kembali berperilaku ramah terhadap Lingkungan. Setiap orang bisa ramah lingkungan yang sebenarnya masih banyak dianut oleh sebagian masyarakat yang bertradisi mandiri, diberbagai sudut tanah air kita, salah satunya di lingkungan sekitar kita. Bahwa ada nilai-nilai positif yang bisa kita petik dari mereka masyarakat yang bertradisi mandiri ; tentang Kesederhanaan, Kemandirian, Cinta Sesama dan Cinta Lingkungan, serta banyak lagi lainnya, tidak ada salahnya itu untuk kita pelajari, dan menjadikannya sebagai bagian dari keseharian kita.

Sudah sewajarnya kita mau menyelaraskan hidup kita dengan kehendak alam. Alam memang diciptakan untuk memenuhi kebutuhan manusia. Namun, keberadaan alam sangat tergantung kepada perilaku manusia dalam mengelolanya. Manusia menjadi Pelaku penentu terhadap keberlangsungan alam, yang juga berarti keberlangsungan hidup manusia. Kita, manusia, dituntut untuk menyesuaikan diri - dengan alam. Tanpa kemampuan ini, bukan hanya keberlangsungan alam yang terganggu. Tapi juga keberlangsungan hidup manusia yang terancam.

Untuk sebuah KESERAKAHAN, alam memang tidak akan pernah mampu untuk memenuhinya........ seperti halnya yang terjadi dan sedang berlangsung pada Para Pengusaha galian C di kawasan AJIMUT.

Kenapa Yang Selalu Menjadi Faktor Utama Kerusakan Lingkungan Adalah Manusia?
Jawabannya Tentu Ada Pada Diri Kita Sendiri Selaku Manusia







Selengkapnya......

Ajimut: Kami Lihat, Kami Dengar, Kami Rasakan

. Minggu, 2009 April 12
0 komentar

"Ketika Bumi Semakin Rusak dan Bermasalah. PA (Pecinta Alam) Sebagai Pejuang Terdepan untuk Menyelamatkan Bumi justru terdiri dari Orang-orang Bermasalah" Benarkah Demikian? Bagaimana Menyikapinya dan apa yang pertama harus dibenahi?


Ya itulah sms yang kami terima dari seorang Sahabat kami Toni "Ceplik" Kuswoyo, isi sms tersebut di atas akan menjadi Tema Kegiatan Sarasehan yang diselenggarakan oleh Sandyacala Mounteneering Club (SMC) wilayah Kecamatan Waled Kabupaten Cirebon. Melihat dan merasakan dari kalimat (baca: Tema) di atas sungguh menggelitik hati kita sebagai Para/Kelompok/Organisasi/LSM Pecinta Alam/Lingkungan, dan memang sebagaimana kita ketahui bahwa KPA-KPA tidak mempunyai induk yang pasti yang bisa dijadikan sebagai acuan/pegangan dalam melakukan roda aktivitas maupun manajemennya. Sehingga KPA-KPA mempunyai aturan-aturan main sendiri baik itu dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) ataupun peraturan-peraturan lain yang sifatnya tertulis ataupun lisan.


Not yet finished ............. in the process of typing


Ajimut kita adalah kebanggaan Kabupaten Cirebon dan Kuningan
Ajimut kita adalah saksi sejarah perjuangan kakek dan nenek kita mempertahankan Indonesia
Ajimut kita adalah potensi kawasan perlindungan habitat liar dan daerah resapan air
Ajimut kita adalah potensi Cagar Budaya dan Wisata Alam
Ajimut kita adalah potensi kawasan penghijauan
Ajimut kita adalah salah satu keunikan Bentang Alam
Ajimut kita adalah legenda Sangkuriang

Sekarang Ajimut kita adalah lokasi eksploitasi bahan tambang ilegal
Sekarang Ajimut kita adalah daerah yang rentan longsor
Sekarang Ajimut kita adalah penyebab kerusakan jalan di seluruh wilayah timur Cirebon
Sekarang Ajimut kita adalah penyebab polusi debu bagi masyarakat pinggir jalan jalur Cirebon - Kuningan
Sekarang Ajimut kita adalah penyebab terjadinya lahan - lahan kritis
Sekarang Ajimut kita adalah penyebab gangguan terhadap hidrologi dan pola aliranair permukaan

Akankah kita merelakan hilangnya salah satu bukti sejarah perjuangan bangsa ini?
Akankah kita akan berdiam diri melihat ini semua?
Akankah anak cucu kita dapat ikut berbangga atas tindakan kita sekarang?





Selengkapnya......

5 Hadiah untuk Sahabat Kita

. Minggu, 2009 Maret 08
0 komentar

Setelah tulisan sebelumnya yang memuat tentang ketidak-sadaran kita untuk menjaga dan
melestarikan alam, hingga membuat alam marah kepada kita dengan segala macam bencananya. Saatnya kita memberikan hadiah 'kecil' supaya alam bisa lagi bersahabat dan tersenyum lebar kepada kita.

5 hadiah kecil untuk sahabat kita diantaranya adalah sebagai berikut:
1. Buang sampah pada tempatnya!
Slogan ini s'lalu hadir dimana mana terutama di fasilitas umum,tapi sayangnya kalimat itu
hanya tinggal slogansemata. Banyak orang membacanya tapi tidak melakukannya. Mulai kini sadarlah dan biasakan diri kita untuk membuang sampah pada temannya tempatnya, sekecil apapun sampah itu.

2. Hemat Air, Listrik, Bahan Bakar !
Sumber energi ini sewaktu-waktubisa hilang atau habis, untuk tiu hematlah menggunakannya! Hemat listrik sesuai kebutuhan. Matikan perangkat elektronik yang tidak perlu, misalnya matikan lampu di siang hari. Pakailah air dengan bijaksana. Apalagi musim kemarau persediaan air bersih tentunya harus kita hemat.

3. Hijaukan Lingkunganmu!
Lingkungan yang sejuk dan nyaman harapan banyak orang. Ciptakan dengan melakukan penghijauan dilingkungan sendiri. Tanaman hias kecil yang tertata rapi di pot ataupun ramah akan menyegarkan setiap mata yang memandang. Kalo kamuaktif di lingkungan, gak ada salahnya mengajak teman untuk menanam beberapa pohon di sekitar tempat tinggal. Ayo, mulailah dari sekarang untuk menjaga lingkunganmu !

4. Uji Emisi Ramah Lingkungan!
Bagi pemilik kendaraaan bermotor, jangan bosan-bosan mengecek emisi gas buang dari kendaraan bermotor kamu. Berhematlah dengan bahan bakar! Oh ya, biar beban bumi akan polusi tidak semakin tinggi kenapa tidak mencoba transportasi alternatif tanpa bahan bakar? Untuk jarak pendek bersepeda santai akan terasa menyenangkan.

5. Trend Daur Ulang
Ada cara agar kamu bisa mengggunakan barang-barang bekas dengan lebih bermanfaat. Yang dibutuhkan hanya kreatifitas dan usaha untuk mengubahnya jadi berguna. Barang bekas yang kembali menjadi benda cantik dan bermanfaat, bisa juga memberikan tambahan penghasilan.


"Berikan perhatian lebih kepada Alam, karena bumi adalah rumah kita!!!





Selengkapnya......